Pembiasaan Manusia Zaman Praaksara (01-SMP/K-Merdeka/Tema II)

Berikut adalah ringkasan materi Pembiasaan Manusia Zaman Praaksara dengan mengintegrasikan istilah-istilah arkeologis ke dalam setiap pembabakan periodenya:

Pembiasaan Manusia Masa Praaksara

Masa Praaksara adalah masa ketika manusia belum mengenal tulisan dan mengandalkan akal serta indra untuk menciptakan teknologi bertahan hidup dari alam. Berikut adalah pembagian masanya:

1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana (Paleolitikum)

  • Kondisi & Waktu: Terjadi sekitar 50.000–10.000 SM saat iklim bumi sering berganti dan kondisi permukaan bumi belum stabil.
  • Pola Hidup: Dikenal sebagai Zaman Paleolitikum (Zaman Batu Tua), manusia hidup secara nomaden (berpindah-pindah) dalam kelompok kecil dan menghuni gua-gua atau cerukan untuk mengikuti ketersediaan makanan.
  • Teknologi & Aktivitas: Aktivitas utama adalah berburu hewan (rusa, kuda, gajah) serta mengumpulkan umbi dan buah. Penemuan api sangat krusial untuk memasak dan mengusir binatang buas. Alat-alat yang digunakan masih bersifat kasar dan belum diasah, seperti kapak perimbas dan kapak genggam.

2. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Lanjut (Mesolitikum)

  • Transisi Budaya: Pada masa Mesolitikum (Zaman Batu Madya) ini, manusia mulai mencoba menjinakkan hewan untuk diternak, meskipun tradisi mengumpulkan makanan masih dominan.
  • Pola Hunian: Mulai hidup menetap secara berkelompok di perkampungan dekat sumber air (sungai, danau, pantai) atau dataran tinggi untuk perlindungan.
  • Jejak Arkeologis: Manusia yang tinggal di tepi pantai meninggalkan jejak berupa Kjokkenmoddinger, yaitu tumpukan sampah dapur berupa kulit kerang dan siput yang menggunung.

3. Masa Bercocok Tanam (Neolitikum)

  • Revolusi Kehidupan: Memasuki masa Neolitikum (Zaman Batu Baru), terjadi perubahan besar dari mencari makan (food gathering) menjadi menghasilkan makanan sendiri (food producing).
  • Sosial & Budaya: Masyarakat hidup menetap di desa-desa dengan sistem pembagian hasil yang adil dan mulai menumbuhkan rasa gotong royong dalam kegiatan menebang pohon hingga membuat gerabah.
  • Teknologi: Alat-alat batu sudah mengalami kemajuan pesat dengan diasah hingga halus dan tajam, contohnya adalah beliung persegi dan mata tombak yang terasah.

4. Masa Perundagian (Zaman Logam)

  • Keahlian Teknik: Disebut juga Zaman Logam, istilah perundagian berasal dari kata undagi yang berarti golongan masyarakat yang memiliki keterampilan teknis khusus seperti mengolah logam, kayu, atau gerabah.
  • Sistem Ekonomi & Sosial: Masyarakat sudah terspesialisasi berdasarkan keahliannya dan melakukan perdagangan lintas laut menggunakan perahu bercadik dengan sistem barter.
  • Kepercayaan: Manusia pada masa ini meyakini benda-benda logam seperti nekara perunggu dan perhiasan manik-manik memiliki unsur magis sehingga dirawat dengan baik.

Sumber Rujukan:

  • Nursa’ban, M., & Supardi. (2023). Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
  • Worosetyaningsih, Tri. (2019). Kehidupan Masyarakat pada Masa Praaksara, Masa Hindu Budha, dan Masa Islam. Ponorogo: Myria Publisher
Author: AdminSejarah